Putusan MA Meneteskan Ribuan Air Mata Masyarakat

Putusan MA Meneteskan Ribuan Air Mata Masyarakat

LIPUTANSUMUT.COM – Bergulirnya perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang menjerat, Tamin Sukardi ke Mahkamah Agung (MA) mengenai penyerobotan lahan negara 106 Hektare yang terletak di Pasar IV, Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang, ternyata berakhir pada Putusan yang miris dan menyedihkan. Pasalnya, dalam putusan MA Nomor 1331 K/PID.SUS/2019 justru menyerahkan tanah tersebut kepada PT Agung Cemara Reality yang merupakan milik Mujianto seluas 74 Hektare dan kepada Dewan Pengurus PB. Al Wasliyah seluas 32 Hektare.

Dengan dikeluarkan MA putusan tersebut, berarti jelas Tanah Air Ibu Pertiwi ini samasekali tidak berpihak kepada ribuan masyarakat kecil, lemah dan tak berdaya, khususnya masyarakat yang sudah menempati, tinggal, serta mengelola lahan tersebut mulai dari Tahun 2000 an.

Hal itu diungkapkan Syaifal Bahri SE selaku Ketua Himpunan Penggarap/Pengusahaan Lahan Kosong Negara (HPPLKN) kepada wartawan, Jum’at (23/08/19). Menurut Syaifal, putusan MA tesebut sangatlah rancu dan tidak mendasar, apalagi bila dilihat dari rekam jejak atau kronologi persoalannya. Dimana Tamin Sukardi sudah jelas-jelas bersalah tanpa alas hak yang sah telah menyerobot dan memperjualbelikan lahan negara, bahkan di Pengadilan Tipikor Medan Tamin dengan beraninya menyuap hakim untuk membebaskannya dari segala tuntutan dan berakhir pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Ini sudah jelas ada dugaan persekongkolan jahat sehingga putusan MA tersebut lari dari konsestensinya, atau tanpa ada pertimbangan hukum yang jelas sehingga merugikan ribuan masyarakat yang sudah lama menempati serta mengelola lahan tersebut,” ungkap Syaifal.

Seharusnya, kata Syaifal, lahan yang diperoleh dengan cara jahat apalagi “korupsi” seyogiannya hakim tidaklah menyerahkannya kepada pengembang melainkan disita atau dikembalikan kepada negara, dan selayaknya dipergunakan untuk kepentingan masyarakat luas, tapi ini tidak, ada apa dibalik ini semua?.

Oleh karena itu, Syaifal berharap, agar Presiden Republik Indonesia, Pak Ir. H. Joko Widodo mengulurkan tangan serta meringankan langkahnya guna melihat kondisi masyarakat serta kembali menelaah kesalahpahaman atas putusan yang telah dikeluarkan MA tersebut.

Tak hanya Presiden, Syaifal juga berharap adanya perhatian khusus dari Komisi Yudisial, KPK, DPR RI, Menteri BUMN, Menteri Agraria, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk turut serta menelaah dan mengkoreksi kembali atas putusan MA yang sudah merugikan ribuan masyarakat tersebut.

“Kami hanyalah masyarakat kecil dan tak berdaya, yang hanya ingin memiliki tanah untuk berteduh serta berlindung dari hujan, dan panas teriknya matahari, kenapa masyarakat yang harus dikorbankan, kenapa Tanah Air Ibu Pertiwi ini tidak memihak kepada kami melainkan kepada pengembangan yang seyogianya tidak memiliki hak apapun untuk menempati lahan tersebut untuk kepentingan pribadi, apalagi alas hak atau dasar hukum yang dimiliki pengembang samasekali cacat di mata hukum, bahkan yang bersangkutan saat ini (Tamin Sukardi) yang sudah memperjual belikan lahan tersebut sedang menjalani masa tahanan atas dampak perbuatan Tipikor yang sudah dilakukannya,” terang Syaifal.

Atas peristiwa ini, sambung Syaifal, masyarakat ke depan ini akan melakukan aksi damai yang mengharapkan perhatian para penguasa di negeri ini untuk memberikan pertolongannya. Sebab masyarakat saat ini sedang dihadapkan dengan kekuatan besar yang samasekali tidak diketahui serta dipahami oleh masyarakat.

“Kepada siapa lagi hendak mengadu atas putusan MA yang sudah menyengsarakankan ribuan masyarakat ini kalau bukan kepada bapak-bapak petinggi di negeri ini yang sudah dipercayakan untuk memberikan keadilan, kesejahteraan serta ketentraman terhadap para rakyatnya,” ungkapnya seraya menambahkan, baru saja masyarakat memeriahkan HUT RI ke-74 dilahan tersebut dengan kegembiraan serta keceriaan, tapi sekarang justru air mata kami menumpahi tanah Ibu Pertiwi ini. (k.z)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan