Penulis Buku Ini Mencuri Perhatian Komunitas Ekonomi di Tanah Air

Penulis Buku Ini Mencuri Perhatian Komunitas Ekonomi di Tanah Air

LIPUTANSUMUT.COM – Peluncuran Buku Indonesia “Asia’s New Tiger Economy The Ma’ruf Amin Way” mencuri perhatian Komunitas Ekonomi di Tanah Air.

Pasalnya, dua penulis bernama Sahala Panggabean dan Anwar Abbas akhir-akhir ini menjadi sorotan, dan dinilai berhasil mengintegrasikan tiga hal penting secara bersamaan, yaitu Sistem Ekonomi Pancasila, Kondisi Ekonomi Kekinian dan Pemikiran Ekonomi KH. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih periode 2019-2024.

Selain itu, pemikiran-pemikiran K.H Ma’ruf Amin yang didemonstrasikan secara apik di buku ini memaknai bahwa ekonomi harus berdasarkan keadilan, keumatan/kerakyatan, dan kedaulatan.

“Kan dulu yang diharapkan meningkatkan kemajuan ekonomi itu konglomerat, yang akan menetes ke lingkungan sekitar. Namun kenyataan membuktikan tidak netes-netes ke sektor masyarakat ekonomi lemah,” kata KH Ma’ruf Amin saat menyampaikan pemikirannya dalam acara bidang ekonomi kerakyatan.

Amin mengaku bahwa pemerintahan saat ini sudah meletakkan dasar pembangunan yang akan mengangkat kelompok ekonomi bawah melalui pembangunan infrastruktur secara masif. Menurutnya, pembangunan infrastruktur akan menekan kesenjangan ekonomi yang ada.

“Keberpihakan terhadap kelompok ekonomi kecil akan jadi fokus utama. Itu sebagai antitesa ekonomi yang condong kapitalistik. Kekayaan tidak boleh hanya beredar pada orang kaya saja, tapi harus terdistribusi kepada seluruh komponen rakyat,” tegasnya dalam acara peluncuran buku The Ma’ruf Amin Way di Westin Hotel, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Menyikapi hal tersebut, mayoritas anggota Koperasi Nasari yang dibentuk Sahala Panggabean menilai bahwa sosok Sahala Panggabean layak menjadi Bapak Perekonomian Republik Indonesia.

Bahkan, mereka berpendapat Sahala Panggabean adalah sosok pencetus sistem perekonomian Pancasila.

“Sahala Panggabean kami anggap pantas menjadi sosok pencetus serta bapak Koperasi Indonesia. Disamping itu, kami juga sebagai anggota Koperasi Nasari merasa diuntungkan dengan sistem keuangan Nasari yang benar-benar demokrasi. Dimana dari segi suku bunga benar-benar terjangkau dan tidak memberatkan serta mengacu dengan prinsip koperasi yang sesungguhnya,” ungkap Br Sitompul, Senin (14/10/2019) saat ditemui awak media di Kantor Wilayah Sumut Koperasi Nasari, Jalan Iskandar Muda, Medan.

Menurut Ibu Sitompul, pengalaman keuangan dalam berkoperasi serta penyusunan buku Maaruf Amin The Way, adalah bukti eksistensi Sahala Panggabean.

“Buku Ma’aruf Amin The Way salah satu bukti eksistensi bahwa penggabungan pengalaman serta pendidikan dalam hal koperasi tertuang pada tulisan tersebut. Oleh karena itu, kami berharap agar pemerintah Jokowi memperhitungkan sosok Sahala Panggabean guna memperbaikan ekonomi di Indonesia yaitu Ekonomi Kerakyatan,” sebut anggota koperasi Nasari Sumut itu mengakhiri. (Red)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan