Polisi Tangkap Zakir Husen Bandar Narkoba di Medan

Polisi Tangkap Zakir Husen Bandar Narkoba di Medan

LIPUTANSUMUT.COM – Zakir Husen Bandar Narkoba yang sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian selama ini ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo, Wakasat Narkoba Polrestabes Medan Kompol Pardamean Hutahaean dan Kanit Idik 3 Iptu Noor Istiono mengatakan bahwa selama menjadi buronan kepolisian, bandar besar narkoba di medan ini, terus berpindah-pindah tempat tinggal.

“Tersangka ini terus berpindah-pindah tempat tinggal sejak menjadi buronan polisi,” kata Kapolrestabes Medan, dalam paparannya kepada wartawan, Selasa (02/10/2018).

Ia menyebutkan, Zakir sempat bersembunyi di Aceh, Pekanbaru, Batam dan terakhir ditangkap di Jakarta.

“Zakir sempat lari dan bersembunyi di rumah rekannya di Aceh, Pekanbaru dan Batam. Bahkan, ia berusaha untuk melarikan diri ke Malaysia, namun keburu di cekal,” paparnya.

Selain itu, kata Dadang, Zakir merupakan pemasok narkoba jenis sabu di 4 pemukiman padat penduduk yang disebut perkampungan narkoba di kota medan.

“Ada 4 lokasi yang dipasok oleh tersangka, Kampung Kubur, Mangkubumi, Jalan Masjid Taufik dan Polonia,” beber Kapolrestabes Medan.

Dan saat ini, Tim Khusus (Timsus) Satres Narkoba Polrestabes Medan terus mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) milik bandar narkoba ini.

“Apabila terbukti, harta dan aset berupa rumah, mobil mewah, sepeda motor besar di kota medan dan luar kota yang diperoleh tersangka Zakir dari jaringan narkoba Medan-Aceh tersebut akan kita sita,” tegas Kapolrestabes Medan.

Zakir warga Jalan Pelaminan 1/2, Kecamatan Medan Tuntungan/Jalan T Cik Ditiro, Kecamatan Polonia ini ditetapkan sebagai DPO sejak bulan Januari 2018 lalu.

“Penetapan DPO terhadap tersangka sejak saya bertugas pertama kali di Polrestabes Medan ini pada bulan Januari lalu,” bebernya.

Sebelumnya, Timsus Satres Narkoba Polrestabes Medan menangkap Zakir dari tempat persembunyiannya di kawasan Jalan Angkasa Dalam 1 RT10 Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Kemayoran Selatan, Jakarta Pusat.

Dari hasil interogasi petugas kepolisian, Zakir mengakui bahwa pada bulan Januari 2018 lalu ada 2 anggotanya berinisial Fi dan Ag ditangkap petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan dengan barang bukti yang disita 1/2 Kg sabu.

Bukan hanya itu, tersangka juga mengakui bahwa pada tanggal 29 Agustus lalu ia menyuruh istrinya Me dan sopirnya Zu untuk mengantar 1/2 ons sabu kepada seseorang. Namun Me dan Zu dibekuk petugas kepolisian.

Tersangka juga mengakui bahwa 1/2 ons sabu tersebut di dapat dari Ag (45) warga Samalengah, Kabupaten Bireuen, yang diantarkan Iq (35) orang suruhan Ag. Zakir juga mengungkapkan jika ia saat ini masih memiliki 3 ons 1/2 sabu yang kini dititipkan kepada He (40) warga Jalan Starban Gang Bilal.

Selain itu, tambah Kapolrestabes Medan, Zakir selama ini menjual sabu miliknya di eks Kampung Kubur/Kampung Sejahtera, Polonia dan wilayah lainnya.

“Zakir menjadi bandar sabu sejak 2009 lalu. Gembong narkoba itu juga mantan residivis dan sudah 4 kali masuk penjara. Diantaranya pada tahun 2000 lalu dengan barang bukti ganja dan mendapat hukuman 8 bulan penjara. Pada tahun 2002 dengan barang bukti 3 gram sabu dan dihukum 4 tahun 3 bulan penjara. Di tahun 2005 lalu, tersangka ditangkap dengan barang bukti ganja dan dihukum penjara 1 tahun lebih, serta pada tahun 2006 tersangka juga tertangkap dengan seorang tersangka lainnya. Barang bukti saat itu 1/2 ons sabu, dan tersangka dihukum penjara selama 1 tahun lebih,” terang Kapolrestabes Medan mengakhiri. (red)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan