Tak Mampu Bayar Uang Damai 25 Juta, Terlapor Mengaku Diintimidasi Oknum Polsek Hiliduho

Tak Mampu Bayar Uang Damai 25 Juta, Terlapor Mengaku Diintimidasi Oknum Polsek Hiliduho

Nias, LIPUTANSUMUT.COM-Nasib sial dialami oleh warga Desa Tuhegafoa II Kecamatan Hiliduho, Kabupaten Nias Lewi Gulo (40) alias Ama Putri. Betapa tidak, setelah istrinya diancam oleh Anwar Gulo alias Ama Berta, dia malah dilapor ke Polisi atas tuduhan penganiayaan. Tidak cukup sampai disitu, Ama Putri yang berprofesi sebagai petani ini mengaku diintimidasi oknum Polsek Hiliduho, karena tak mampu bayar uang perdamaian sebesar 25 juta rupiah.

Kepada LIPUTANSUMUT.COM Selasa(25/9) Ama Putri, ditemani istrinya menuturkan peristiwa yang dialaminya tersebut. Berawal pada hari Sabtu(8/9), ketika istri dan anaknya hendak belanja di pekan Kecamatan Hiliduho. Di tengah perjalanan, tepatnya di halamam rumah Raradodo Gulo alias Ama Tanti, Ina Putri dicegat oleh Anwar Gulo alias Ama Berta dan mengatakan kalau Ina Putri telah mengambil kayu di kebun miliknya tanpa permisi.

“Sewaktu itu saya sampai di halaman rumah Ama Tanti, saya dihampiri Ama Berta yang hanya mengenakan celana pendek tanpa baju dan langsung menuduh saya mencuri kayu di kebunnya, lalu karena saya membantah dia malah mengancam saya dengan kata-kata “kau jangan macam-macam”, Tutur Ina Putri menirukan Ama Berta.

Mendengar ancaman ini, Ina Putri yang sudah ketakutan pergi meninggalkan Ama Berta yang terus mengoceh. Sepulang dari pekan dia langsung menceritakan peristiwa ini kepada suaminya. Ama Putri yang tidak terima istrinya diancam, langsung mendatangi Ama Berta yang kebetulan masih berada di rumah Ama Tanti, bermaksud meminta klarifikasi atas tuduhan tersebut.

“Waktu saya sampai di rumah Ama Tanti, saya hanya memegang tangan Ama Berta, bermaksud mengajak dia bicara, dan saya tidak pernah berniat memukul ataupun menyakitinya”,Ungkap Ama Putri.

Beberapa hari setelah itu, Ama Putri dikabari oleh kepala desa, kalau dirinya telah dilaporkan oleh Ama Berta atas kasus penganiayaan, dan diperintahkan menghadap ke Polsek Hiliduho. Pada tanggal 15 September 2018, Ama Putri yang ditemani istrinya mendatangi Mapolsek Hiliduho dan bertemu dengan Ama Berta beserta beberapa orang kerabatnya.

“Belum kami mulai pembicaraan, saya di suruh oleh salah seorang anggota Polsek bernama Sihombing, untuk meminta maaf kepada Ama Berta. Dan karena menghormati beliau, saya menyanggupi bersalaman dengan Ama Berta untuk meminta maaf”,Pungkas Ama Putri.

Selanjutnya dalam pertemuan tersebut, Sihombing menyarankan agar Ama Putri berdamai dengan Ama Berta, syaratnya mencabut perkara serta membayar biaya visum sebesar Rp 25 juta. Namun karena Ama Putri tak mampu membayar uang sebesar itu, oknum Polsek Hiliduho yang bermarga Sihombing tersebut menakut-nakuti dan mengancam Ama Putri akan segera dijadikan tersangka.

“Kalau tidak berdamai juga, Senin depan kau sudah jadi tersangka, dan Sihombing ini akan menjadi hantu, mencarimu siang maupun malam”,Kata Ama Putri menirukan ancaman oknum Polisi bermarga Sihombing itu.

Atas peristiwa ini Ama Putri kecewa karena setelah minta maaf, ia masih dipaksa menyediakan uang sebesar 25 juta rupiah untuk biaya perdamaian. “Saya kecewa, dari mana saya peroleh uang sebesar itu, saya ini hanya petani”. Ketus Ama Putri.

Kapolsek Hiliduho AKP Des Rahman Jaya Hia saat LIPUTANSUMUT.COM melakukan konfirmasi melalui telfon selularnya pada Rabu(26/9), mengatakan masalah uang perdamaian itu merupakan urusan kedua belah pihak yang berperkara. Terkait ancaman oknum Polisi bermarga Sihombing, ia tidak diketahui.

“Kasus ini masih dalam proses belum ada tersangka, terkait uang perdamaian itu antara kedua belah pihak, kami tidak campuri. Sementara perkataan oknum Polisi dimaksud belum saya dengar, pertemuan di Mapolsek sudah saya percayakan kepada anggota, karena kebetulan ada kegiatan lain”,Katanya.

Terpisah, Perdamaian Gulo yang disinyalir melihat kedatangan Ama Putri di rumah Ama Tanti, kepada LIPUTANSUMUT.COM melalui telfon selularnya Rabu(26/9), mengaku tidak melihat Ama Putri dan Ama Berta bertengkar, mereka hanya terlihat sebatas melakukan perbincangan biasa.

“Waktu itu kebetulan saya berada di rumah Ama Tanti. Saya tidak melihat tindakan penganiayaan, Ama Putri hanya bertanya terkait tuduhan Ama Berta kepada istrinya. Dan persoalan ini telah selesai waktu itu. Mereka sudah bersalaman, bahkan saling pelukan”,Terang Perdamaian. (BL)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan