Halal Atau Haramnya Vaksin Rubella Jadi Polemik, Ini Pernyataan MUI Padangsidimpuan

Halal Atau Haramnya Vaksin Rubella Jadi Polemik, Ini Pernyataan MUI Padangsidimpuan

LIPUTANSUMUT.COM – Vaksin Measles Rubella (MR), atau yang dikenal dengan Vaksin Rubella kini menjadi polemik sehingga menjadi dilema ditengah – tengah masyarakat, pasalnya masyarakat masih meragukan kehalalan dan dampaknya bagi kesehatan dari vaksin ini.

Kekawatiran masyarakat akan dampak negatif dari vaksin ini, karena banyaknya informasi yang didapat, baik dari media sosial, media cetak dan media elektronik serta berita dari beberapa informasi yang mereka dapatkan, bahwa vaksin Rubella masih belum jelas kehalalannya dan ditambah adanya korban diduga akibat suntik vaksin tersebut.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Padangsidimpuan Ustadz Zulfan Efendi Hasibuan kepada Liputansumut.com menjelaskan bahwa pihak MUI kota Padangsidimpuan belum mendapatkan kejelasan dari MUI Pusat baik juga dari kementerian kesehatan bagaimana kehalalan vaksin Rubella.

” informasi dari MUI pusat bagaiaman kehalalan vaksin tersebut belum ada kejelasannya kita dapatkan dan sampai saat ini label halal vaksin tersebut belum ada dari MUI dan didaftarkan saja belum bagaimana kehalalannya, karena ini harus dibuktikan dengan melakukan penelitian. Jelas Ustadz Zulfan saat diwawancari diruangannya, Senin, (06/08/2018).

Dikatakannya lagi pihak MUI dengan kementerian kesehatan belum ada kerjasama terkait bagaiamana penggunaan vaksin Rubella, pihak MUI hanya diminta supaya ikut mensosialisasikan pelaksanaan imunisasi ini kepada masyarakat.

Sementara sudah banyak pertanyaan dari masyarakat baik secara lisan maupun tulisan bahkan ada yang datang langsung untuk menanyakan bagaimana kehalalan dari vaksin tersebut dan ini sangat menyebabkan kekawatiran bagi masyarakat.

” Banyak sekali pengaduan masyarakat ke kita bahwa banyak orang tua yang keberatan anaknya di suntik vaksin tersebut karena suntik vaksin ini harus ada surat izin dari orang tua, dan orang tua banyak yang menolak karena mereka takut, dan ini disebabkan terkait adanya pemberitaan vaksin tersebut ada resikonya.” Ungkapnya.

Informasi dan pengaduan dari masyarakat yang diterima MUI kota Padangsidimpuan, bahwa masyarakat meminta agar MUI segera bertindak untuk menghentikan atau melakukan penundaan imunisasi vaksin rubella sampai jelas kehalalannya.

” sesuai dengan pengaduan masyarakat yang kita terima kita akan menyurati walikota dan dinas kesehatan Padangsidimpuan supaya kegiatan imunisasi ini agar ditunda dulu sementara.

” kita bukannya menolak namun sangat mendukung niat pemerintah untuk menyehatkan masayarakat, tetapi kita meminta sampai jelas dulu kehalalannya dari MUI dan sampai betul – betul masyarakat yakin ini tidak beresiko, sehingga tidak ada lagi kekawatiran bagi masyarakat kedepannya. ” terangnya.

Terkahir MUI berpesan agar masyarakat tidak terlalu emosional atau berlebihan menanggapi hal ini, kemudian MUI meminta agar masyarakat ikut mendukung penundaan imunisasi ini sampai jelas kehalalan dari vaksin rubella.

Terpisah Kabid pencegahan dan pengendalian kesehatan masyarakat dinas kesehatan Padangsidimpuan Balyan menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melaksanakan kegiatan imunisasi rubella bagi siapa yang mau dan bersedia dan sampai menunggu keputusan dari MUI tentang kehalalan vaksin tersebut.

Ia juga mengatakan sampai saat ini belum ada informasi dari kementerian kesehatan bahwa imunisasi ini dihentikan.

” kita belum menerima informasi dari kementerian kesehatan kegiatan ini di stop, tetapi kita juga akan lakukan jika ada masyarakat yang meminta dan kita juga tidak melarang jika ada masyarakat yang menolak, kita dari dinas kesehatan akan menunggu sampai ada keputusan dari MUI.” Jelasnya kepada Liputansumut.com, senin, (06/08/2018).

Kepada masyarakat dinas kesehatan berpesan bahwa imunisasi ini berjalan mulai Agustus sampai September nanti dan imunisasi ini akan terus berjalan, dan bagi masyarakat yang menolak pihaknya akan menunggu sampai ada keputusan dari MUI.

Terakhir, Balyan menghimbau jika ada masyarakat yang mengalami anaknya terkena resiko dampak dari imunisasi rubella ini, maka pihaknya akan bertanggung jawab untuk melakukan penanganan serta pengobatan,

Kemudian ia juga meminta pihak MUI harus benar – benar membuktikan kehalalan dari vaksin rubella agar tidak menjadi dilema bagi masyarakat. (Syahrul Tanjung)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan