Diberi Uang Jaminan 3 Miliar, Kejatisu Pulangkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan

Diberi Uang Jaminan 3 Miliar, Kejatisu Pulangkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan

LIPUTANSUMUT.COM – Setelah menerima berkas limpahan penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), akhirnya menerima penangguhan penahanan terhadap Mujianto alias Anam dan Rosihan Anwar.

Dimana dalam penangguhan tersebut, diberi jaminan uang sebesar Rp. 3 miliar serta jaminan dari pihak keluarga, yang menjadi salah satu pertimbangan penyidik Kejatisu untuk menetapkan tahanan kota kepada dua tersangka kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp. 3,5 miliar tersebut.

Selain itu, pertimbangan lainnya karena Mujianto dalam kondisi sakit dan baru menjalani operasi belum lama ini.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kasipenkum Kejatisu) Sumanggar Siagian dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, bahwa kedua orang tersebut tidak dilakukan penahanan karena sudah memberikan jaminan berupa uang dan juga keluarga.

“Tersangka Mujianto tidak dilakukan penahanan lantaran sudah ada jaminan uang senilai Rp. 3 Miliar dan juga jaminan Keluarga. Hal serupa juga kepada Rosihan Anwar yang telah memberikan jaminan keluarga, sehingga hal ini mejadi pertimbangan bagi penyidik,” kata Sumanggar, Kamis (26/07/2018) kepada wartawan.

Sumanggar menjelaskan, Mujianto baru selesai operasi empedu, dan kondisinya tidak sehat. Sedangkan langkah selanjutnya, pihak Kejatisu akan segera menyusun dakwaan untuk dilakukan persidangan.

“Untuk langkah selanjutnya, pihak Kejatisu akan menyusun dakwaan untuk disiapkan ke persidangan,” ucap Sumanggar.

Pantauan wartawan di gedung Kejatisu, Mujianto terlihat keluar dari ruangan penyidik pada pukul 17.30 wib dan langsung masuk ke mobil Toyota Alphard yang membawanya.

Sebelumnya, penyidik Poldasu mengantarkan Mujianto dan Rosihan Anwar ke Kejatisu pada pukul 11.30 wib. Begitu tiba di kantor Adhyaksa itu, Mujianto dan Rosihan Anwar langsung diperiksa oleh penyidik Kejatisu diruangan Penyidik. Saat diperiksa, Mujianto didampingi Burhan, sebagai penasehat hukumnya. Setelah 6 jam menjalani pemeriksaan, akhirnya kedua tersangka diperkenankan untuk kembali ke rumah.

Untuk diketahui, bahwa pelarian Mujianto alias Anam, pengusaha Sumut yang menjadi buronan Polda Sumut itu dalam kasus penipuan dan penggelapan berdasarkan laporan pengaduan Armen Lubis dengan nomor STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 atas kasus penipuan dengan kerugian material sebesar Rp 3,5 miliar yang dialaminya.

Namun, Mujianto berhasil ditangkap pihak kepolisian dan petugas imigrasi, di wilayah Cengkareng pada hari Senin (23/07/2018) sekitar pukul 19.00 WIB.

Setelah ditangkap, Mujianto langsung diterbangkan ke Medan untuk kembali menjalani pemeriksaan di Mapoldasu. Polisi menetapkan Mujianto sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), karena pengusaha itu sudah dua kali dipanggil penyidik untuk melengkapi berkas perkaranya, namun selalu mangkir dari panggilan. Bahkan, dalam kasus tersebut polisi telah mengeluarkan surat membawa paksa terhadap tersangka, namun keberadaannya saat itu tidak diketahui, hingga akhirnya beredar informasi bahwa telah kabur ke Negara Singapura melalui keberangkatan di Provinsi Nagroe Aceh Darusalam. (tim)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan