Hama Tikus Serang Ladang Petani, Masyarakat Minta Perhatian Pemerintah

Hama Tikus Serang Ladang Petani, Masyarakat Minta Perhatian Pemerintah

LIPUTANSUMUT.COM – Sejumlah Petani di Desa Labuhan Rasoki Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan mengeluh, pasalnya hasil panen padi mereka dalam empat tahun ini mengalami kerugian, hal ini disebabkan banyaknya hama tikus yang menyerang sawah mereka.

Pantauan liputansumut.com, Kamis (19/07/2017), saat dilokasi para petani dan sejumlah warga Desa Labuhan Rasoki sedang melakukan gotong royong menangkap sejumlah tikus yang menjadi hama penyebab rusaknya padi mereka dengan cara menyetrum dan kemudian memakai kayu, balok dan alat seadanya.

Dari hasil tangkapan petani ini, ada 100 sampe 200 ekor hama tikus yang sudah mereka dapatkan di are persawahan, kegiatan membasmi hama ini sudah berlangsung selama dua hari.

Boru Manurung (40) salah satu petani Desa Labuhan Rasoki mengatakan, sudah tiga tahun bahkan berjalan empat tahun hama tikus ini terus menyerang sawah petani, kehadiran hama tikus ini berdampak buruk bagi hasil panen yang mereka dapatkan.

“Sudah tiga tahun lebih kami selalu mengalami kerugian dari hasil panen, banyaknya tikus yang memakan padi kami, aturannya kalau panen biasanya  dapat 60 kaleng padi, tetapi sekarang hanya 30 kaleng, tidak setimpal dari hasil yang kami kerjakan.” Ungkap boru Manurung, kepada liputansumut.com, Kamis, (19/07/2017).

Senada juga disampaikan Horison Simanjuttak salah satu ketua kelompok tani desa Labuhan Rasoki, pihaknya setiap tahunnya selalu melakukan kegiatan gotong – royong untuk mengusir hama tikus. Dimana kehadiran hama tikus ini sangat mengganggu dan merugikan petani hingga mencapai 40 % dari hasil semestinya yang mereka dapatkan.

Dikatakannya lagi, pihaknya sudah pernah bahkan sering melaporkan hal ini kepada pihak Penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk disampaikan kepada dinas pertanian maupun kepemerintahan kota Padangsidimpuan. Agar keluhan yang mereka alami mendapatkan bagaimana solusinya.

“Kita sudah sering sampaikan keluhan ke Petugas PPL Pertanian mengenai bagaimana cara yang tepat membasmi hama tikus ini, karena sudah 4 tahun setiap panen kita selalu mengalami kerugian, tetapi petugas PPL nya tidak pernah serius menanggapi keluhan kita ini.” Keluh Horison, saat diwawancarai wartawan,  Kamis, (19/07/2018).

“Kasihanlah kita melihat warga disini yang dimana pada umumnya masyarakat desa Labuhan Rasoki mata pencahariannya adalah sebagai petani, kalau rugi bagaiamana mereka memenuhi kebutuhan mereka kedepannya.” Jelasnya.

Horison dan sejumlah petani keluhkan petugas PPL tidak berfungsi dalam membantu memberikan solusi bagi petani Labuhan Rasoki, dan sangat jarang terjun langsung kelapangan. Ungkap mereka.

Kemudian warga dan sejumlah petani Desa Labuhan Rasoki meminta dan menaruh harapan kepada pemerintah kota Padangsidimpuan untuk lebih memberikan perhatian khusus kepada para petani di Labuahan Rasoki dan umumnya petani Se kota Padangsidimpuan.

“Kami berharap pemerintah kota Padangsidimpuan khusunya dinas pertanian bisa memberikan perhatian kepada petani, apalagi kalau membantu kami bagaimana caranya mengatasi hama tikus ini, agar hasil panen yang kami peroleh setimpal dengan apa yang kami kerjakan” pintanya.

Terakhir masyarakat desa Labuhan Rasoki berharap dengan pemerintahan walikota yang baru terpilih ini bisa memberikan angin segar kepada mereka nantinya, karena dari pemerintahan yang sebelumnya mereka sangat jarang mendapatkan perhatian.

Informasi yang didapatkan wartawan dari warga Padangsidimpuan Tenggara dan sejumlah petani di Labuahn Rasoki, bahwa Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara adalah merupakan salahsatu lumbung Padi di kota Padangsidimpuan. (Syahrul Tanjung)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan