Angka Kemiskinan di Kabupaten Asahan Turun 8,6 Persen

Angka Kemiskinan di Kabupaten Asahan Turun 8,6 Persen

KISARAN, LIPUTANSUMUT.COM  – Badan Pusat Statistik (BPS) Asahan menyatakan selama tahun 2017 angka kemiskinan di Kabupaten Asahan mengalami penurunan sekitar 8,6 persen dari tahun sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Asahan melalui Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Mariyanto kepada wartawan.

Ia mengatakan bahwa pada tahun 2016 jumlah penduduk miskin di Kabupaten Asahan mencapai sebanyak 84.350 jiwa, dan pada tahun 2017 kemarin mengalami penurunan menjadi hanya tinggal 83.670 jiwa. “Dalam kurun waktu satu tahun angka kemiskinan di Kabupaten Asahan mengalami penurunan mencapai sebanyak 680 jiwa atau sekitar 8,6 persen,” ucapnya.

Perkiraan tersebut, kata Mariyanto, diketahui berdasarkan indikator yang menentukan miskin atau tidaknya seseorang berdasarkan perhitungan angka garis kemiskinan (GK). “Dimana satuannya dihitung berdasarkan jumlah kalori yang dibutuhkan manusia untuk melakukan aktifitas sehari-hari yakni sebesar 2.100 kilo kalori atau jika dikonfersikan kedalam rupiah menjadi sebesar Rp 305.868 per kapita per bulan. Dimana angka garis kemiskinan itu mengalami peningkatan sebesar 4,74 % jika dibandingkan dengan angka GK pada 2016 yang hanya sebesar Rp. 292.030 per kapita per bulan,” katanya.

Garis kemiskinan ini adalah indikator yang digunakan sebagai batas menentukan miskin atau tidaknya seseorang. “Penduduk miskin adalah mereka yang dikategorikan memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Kemudian disusul dengan peningkatan pada Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2). Pada 2016, P1 Asahan yaitu 1,86. Angka tersebut bertambah 0,18 atau naik 9,6% menjadi 2,04 pada 2017. Meski kecil, P2 juga meningkat, dari 0,51 pada 2016 menjadi 0,52 pada 2017. Dan ini menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin tinggi dan cenderung semakin menjauhi garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin,” jelas Mariyanto sembari menyampaikan bahwa sumber data utama yang dipakai dalam menghitung tingkat kemiskinan 2017 adalah hasil data Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret 2017.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Asahan, Rahamad Hidayat Siregar yang ditemui wartawan, Kamis (11/01/2018) menyampaikan rasa syukurnya terhadap menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Asahan.

“Dengan menurunnya angka kemiskinan berarti menunjukkan capaian kinerja yang selama ini dilakukan Pemerintah khususnya Pemkab Asahan dalam mengoptimalkan empat pilar pembangunan yang terprogram hingga pengentasan kemiskinan telah menyentuh langsung kepada masyarakat,” ujarnya. (ans)



Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan