Puluhan Mahasiswa Serbu Polresta Medan

Puluhan Mahasiswa Serbu Polresta Medan

Medan, Liputan Sumut – Puluhan mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa Pasca Sarjana Univesitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara dan Aktivis Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) melakukan aksi didepan Kantor Polresta Meda. puluhan aksi tersebut menyebutkan, agar perkara ipal atau ijazah palsu yang dikeluarkan oleh salah satu Universitas Swasta di Kota Medan di Proses secara hukum. Kamis, (03/12/2015).

Menurut keterangan yang dihimpun awak media ini, para pendemo menuntut agar proses hukum terhadap salah seorang yang diduga mempergunakan gelar sarjana palsu yang diterbitkan oleh Univesity Of Sumatera segera ditindak lanjuti,” teriak Massa.

Sementara itu, Kordinator Aksi Alindi mengatakan bahwa lebih dari 1200 ijazah palsu yang telah dikeluarkan oleh Universitas tersebut telah beredar kemana-mana dan diduga banyak pejabat-pejabat pemerintah khususnya didaerah Langkat yang mendapatkan gelar doktor palsu dari Universitas tersebut. tetapi, mereka lepas dari proses hukum,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan sebelumnya, Rektor University of Sumatera Marsaid Yushar ditangkap setelah pihak dari Kopertis melapor kepada pihak kepolisian resort kota medan.

Aksi demo sempat terhenti setelah pihak dari Polresta Medan mendatangi kordinator aksi terkait ijin aksi yang dilakukan mereka didepan Kantor Polresta Medan. karena mereka tidak memiliki ijin dari Polresta Medan, mereka bubar dengan tertib setelah sebelumnya berunding dengan pihak kepolisian.

Pantauan awak media ini didepan Mako Polresta Medan, aksi mahasiswa yang membawa Spanduk bertuliskan,“Di negeri yang katanya berdasarkan hukum ini boleh ya pake gelar sarjana yang diterbitkan Universitas Ilegal..??.

” Kalau boleh, kami generasi muda sekarang, biar rame-rame pake gelar profesor dan Doktor. tapi, Pak Kapolres janji ya. jangan tangkap kami,” teriak massa lagi.

Sebelumnya, Rektor University of Sumatra, Marsaid Yushar, (63), dijerat dengan Pasal.93 UU No.12/2012 tentang Pendidikan Tinggi,Pasal.67 ayat 1 UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,dan Pasal.71 UU No.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional setelah tertangkap tangan oleh petugas dari Polresta Medan pada kamis 25 Juni 2015.disaat memberikan ijazah palsu Strata S2 kepada korbannya Sucipto di Jalan Gatot Subroto, Medan dengan harga awal Rp.40 juta dan disepakati menjadi Rp.15 juta. (david)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan